#OpiniADP – Mahasiswa dan Perubahan

Mahasiswa dan Perubahan

Dean Nauval - ADP 2016 dan Intan Mallindah - ADP 2016

Mengemban status mahasiswa merupakan langkah untuk terjun langsung di masyarakat. Mahasiswa sebagai agent of change (agen dari perubahan) dituntut untuk berpikir kritis dalam menyelesaikan suatu masalah. Dilihat dari kondisi, negara kita ini jauh dari kata baik-baik saja. Sudah jelas kenapa perubahan itu perlu dilakukan dan kenapa mahasiswa-lah yang harus mengubahnya. Mahasiswa harus memiliki rasa tanggung jawab dengan tindakan yang dilakukan. Sifat yang sangat penting, yaitu memiliki motivasi untuk mengubah bangsa menjadi lebih baik dan peka terhadap lingkungan sekitar. Peran mahasiswa sebagai social control bukan sebagai pengamat saja, namun mahasiswa juga dituntut sebagai pelaku dalam masyarakat, karena tidak bisa dipungkiri bahwa mahasiswa merupakan bagian masyarakat (Fauzan, 2016).

Mahasiswa menjadi panutan dalam masyarakat, dengan tingkat pendidikannya, norma dan perilaku disekitarnya, pola berfikirnya, dan berlandaskan dengan pengetahuannya. Kita sebagai mahasiswa, seharusnya menumbuhkan jiwa kepedulian sosial yang peduli terhadap lingkungan sekitar. Jika mahasiswa acuh dan tidak peduli dengan lingkungannya, lalu harapan seperti apa yang pantas ditanam pada pundak mahasiswa? Karena kepedulian tersebut tidak hanya diwujudkan dengan berdemo atau turun ke jalan saja, melainkan dari pemikiran atau ide cemerlang mahasiswa atau memberikan bantuan moril dan materil kepada masyarakat dan bangsa kita dengan cara memberikan bantuan secara nyata. Mahasiswa juga dapat menjadi Iron Stock, karena mahasiswa diharapkan menjadi manusia-manusia tangguh yang memiliki kemampuan dan akhlak mulia yang akan menggantikan generasi sebelumnya (Fauzan, 2016).

Kita sebagai mahasiswa Universitas Padjadjaran, sudah semestinya untuk memenuhi peran mahasiswa di atas. Dalam mewujudkannya sangatlah tidak mudah. Maka dari itu kita harus belajar dengan sungguh-sungguh agar dapat memenuhi peran kita sebagai mahasiswa. Contoh yang paling sederhana adalah kita ikut berpartisipasi dalam organisasi di dalam universitas, baik di tingkat jurusan atau fakultas. Saat mengikuti suatu kepanitiaan kita akan mendapat ilmu baru dan pengalaman baru. Karena banyak orang berpendapat bahwa untuk mendapatkan pengalaman baru, tidak dapat hanya berdiam dan menonton orang lain saja, tetapi harus ikut serta langsung. Dengan seringnya kita berorganisasi, maka diri kita akan siap untuk turun langsung di lingkungan masyarakat. Selain mengikuti kepanitiaan di lingkungan kampus, kita juga tidak lupa untuk mengikuti kegiatan akademis. Contohnya seperti berpartisipasi lomba dalam tingkat regional, nasional, ataupun internasional. Kompetisi yang kita ikuti akan mengasah dan menambah ilmu kita lebih dalam, dan menambah jaringan teman karena di kompetisi-kompetisi seperti itu pasti diikuti oleh peserta dari macam-macam daerah di Indonesia.

Tetapi pada faktanya, sebagian mahasiswa Universitas Padjadjaran merasa tidak perlu untuk ikut serta dalam berorganisasi ataupun mengikuti kompetisi. Entah apa itu alasannya yang menganggap hal tersebut tidak perlu untuk mereka. Menurut beberapa responden, mereka berpendapat bahwa mahasiswa study oriented atau lebih terkenal dengan mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang – kuliah pulang) kurang peka terhadap lingkungan sekitar. Kebanyakan dari mereka cenderung fokus pada studinya saja. Namun, mahasiswa yang aktif  berorganisasi ternyata juga dianggap tidak baik. Sebagian dari mereka dianggap sering meninggalkan bangku kuliah dan mengesampingkan mata kuliah demi kegiatan organisasi (Ferdiana, 2015).

Kemajuan negara ini sebenarnya bukan berada ditangan presiden dan pemerintahannya, namun berada ditangan kita sendiri mahasiswa-mahasiswa generasi penerus bangsa yang membawa perubahan dan harus memiliki intelektual yang tinggi disertai akhlak yang baik. Sebagai mahasiswa, memang benar kita harus berkontribusi baik di dalam kampus maupun diluar kampus. Namun dalam berkontribusi hal tersebut, kita juga harus bisa menyeimbangkan dengan kewajiban kita sebagai mahasiswa agar kita tidak mengesampingkan jadwal kuliah kita sendiri. Lalu awal yang paling penting sebagai mahasiswa adalah harus memiliki kesadaran bahwa kita, mahasiswa Universitas Padjadjaran mempunyai peran besar sebagai agent of change bagi negara ini. Sangat disayangkan jika kita sebenarnya tahu perubahan apa saja yang harus kita lakukan, tetapi tidak ada kesadaran dan kemauan dalam menjalaninya. Maka dari itu, mulai dari sekarang kita sebagai mahasiswa Universitas Padjadjaran harus mempersiapkan diri untuk menjadi agent of change demi menjadikan negara kita lebih baik lagi.


Referensi

Fauzan, I. (2016, Januari 26). Peran Mahasiswa Terhadap Bangsa (Agent of Change, Social of Control dan Iron stock). Disadur dari Raja Artikel Ilmiah: http://kingartikel.blogspot.co.id/2016/01/peran-mahasiswa-terhadap-bangsa-agent.html?m=1

Ferdiana, M. (2015, Juni 21). Mahasiswa Ideal sebagai Penggerak Bangsa. Disadur dari KUMPULAN ESAI TUGAS BAHASA INDONESIA: http://sastrajerman2013unesa.blogspot.co.id/2015/06/mahasiswa-ideal-sebagai-penggerak-bangsa_21.html?m=1

Published by

Hima-ADP

Himpunan Mahasiswa Administrasi Keuangan Publik Program Sarjana Terapan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *